Prof. Yudhie Haryono, Ph.D. (Foto: Dok. pribadi).
Oleh Yudhie Haryono*
JAKARTA || Bedanews.com – Lini masa itu banjir ucapan duka cita. Begitulah jika sebuah bangsa kehilangan patriotnya. Ia yang menjadi pahlawan. Ia yang mewariskan perlawanan dan perjuangan. Melawan jahatnya tradisi KKN Orde Baru, dan berjuang menegakkan tradisi keadilan, kesejahteraan dan kesentosaan.
Kita tahu, Kwik Kian Gie (KKG) adalah salah satu ekonom terdepan yang kritiknya tajam, subtantif dan arif terhadap kebijakan ekonomi-politik Orde Baru yang mentradisikan monopoli, oligopoli dan kleptokrasi, sehingga menguntungkan segelintir orang: keluarga, kroni dan gedibalnya.
Apa tawaran dari KKG? Ia mendaraskan pembangunan kita harus berbasis akal sehat dan Pancasila. Pembangunan dan pengembangan ekonomi Indonesia harus berkeadilan serta berorientasi pada kesejahteraan plus kesentosaan. Itu juga cita-cita Republiku Indonesia.












