Pengembangan tambang nikel, pulp dan sawit menjadi mesin penggerus utama. Deforestasi legal menyumbang 97% dari kehilangan hutan di tahun 2024—sekali lagi, ironis adalah bahwa kita menyebut ini legal.
Dan fakta lebih pilu lagi: lebih dari setengah lahan hilang berada di habitat penting orangutan, harimau, gajah dan spesies krusial lainnya.
Berhasilkah kawasan lindung dan sistem adat menjaga hutan? Studi menunjukkan: perlindungan berbasis masyarakat terbukti lebih berhasil dibanding pendekatan top-down: “forms of protection based on the active involvement of local rural communities … are much more effective”.
Menindaklanjuti wacana ini, mari kita ambil contoh riil: Rimba Raya Biodiversity Reserve di Kalimantan Tengah—projek konservasi seluas 64.000 ha yang juga menjadi cagar orangutan dan penyimpan karbon besar—mengedepankan pendekatan komunitas dan konservasi yang sinergis.













