Salah satu sorotan utama adalah pembangunan kawasan industri yang diduga sarat dengan praktik nepotisme dan persekongkolan di kalangan pejabat.
Menurut GMMD Bersatu, proyek-proyek tersebut tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat, sebaliknya justru merusak lingkungan dan menambah beban sosial.
“Pembangunan yang seharusnya menyejahterakan masyarakat justru menjadi lahan bisnis kelompok tertentu. Sawah-sawah produktif dikorbankan demi kepentingan pribadi,” tegas Mulyani.
Selain itu, permasalahan banjir dan rob juga menjadi perhatian utama dalam aksi tersebut. GMMD menilai pemerintah daerah tidak memiliki strategi konkret dalam menangani bencana yang terus berulang setiap tahun.
“Masjid sampai tenggelam, alun-alun pun bisa tergenang air. Ini jelas menunjukkan penanganan yang tidak serius. Rob bahkan sudah menjalar hingga ke wilayah Bonang,” imbuhnya.













