Kedua, kemungkinannya lebih kecil, tapi dampaknya lebih besar: suatu saat, kesabaran salah satu pihak habis. Mungkin AS merasa posisinya semakin lemah dan ingin melakukan serangan “preventif” untuk menunjukkan kekuatan sebelum pemilu. Atau mungkin Iran merasa Rusia sudah cukup menjamin keamanannya, lalu melancarkan serangan besar-besaran ke pangkalan AS di Teluk. Jika ini terjadi, gencatan senjata runtuh dalam sekejap. Dan perang terbuka yang selama ini ditakuti semua pihak akan menjadi kenyataan.
Ketiga, yang paling kecil kemungkinannya, tapi tidak mustahil: terjadi terobosan diplomatik secara tiba-tiba. Mungkin China atau Turki tiba-tiba turun tangan dengan proposal baru yang bisa diterima kedua pihak. Mungkin tekanan domestik di Iran atau AS memaksa salah satu pemimpinnya untuk mengambil jalan kompromi. Tapi sejujurnya, saudara-saudara, saya tidak melihat tanda-tanda itu sekarang. Saya hanya melihat dua ekor banteng yang sedang mengatur napas bukan untuk berdamai, tapi untuk siap tanduk kembali.













