*Mengapa Saya Bertani ?*
Saya pensiun. Sekarang saya menanam pohon durian, pohon alpukat, dan pohon kelengkeng.
Ada dua alasan.
Pertama: ketahanan pangan. Negara yang tidak bisa memberi makan rakyatnya akan runtuh sebelum diserang musuh dari luar. Ini bukan slogan. Ini doktrin pertahanan non-tradisional yang sering dilupakan para pemimpin yang terlalu sibuk membeli senjata.
Kedua: kegembiraan. Seorang prajurit sejati tidak hanya tahu cara menghancurkan musuh. Ia juga harus tahu cara menumbuhkan kehidupan. Apa artinya memenangkan perang di Selat Hormuz jika setelah pensiun kita tidak bisa menikmati durian dari pohon yang kita tanam sendiri?
Saya bertani bukan untuk melupakan medan perang. Saya bertani untuk mengingatkan diri sendiri bahwa tujuan akhir dari semua pertahanan adalah kehidupan yang layak dan bahagia. Bukan kehancuran.













