Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad Penasehat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Pada 10–11 April 2026, dunia menahan napas. Dua kapal perusak Amerika Serikat bergerak menuju Selat Hormuz. Iran memberi peringatan keras melalui mediator Pakistan: “Balikkan kapal Anda dalam 30 menit, atau kami akan menyerang. Dan negosiasi damai dengan AS akan batal.”
Hasilnya: kapal AS memutar balik dan menuju perairan bebas.
Ini bukan kemenangan militer. Ini adalah hasil dari kalkulasi risiko. Kedua pihak sadar bahwa satu langkah salah akan menjerumuskan dunia ke dalam perang besar. Saya menyebutnya garis tipis antara kompromi dan neraka. Karena itulah faktanya: di Selat itu, damai dan perang hanya terpisah oleh keputusan dalam hitungan menit.













