Bukan sekadar aksi di laut yang menarik, tapi siapa yang duduk di meja perundingan. Iran tidak mengirim diplomat biasa. Mereka mengirim para perwira IRGC angkatan bersenjata ideologis Iran. Orang-orang ini punya pengalaman langsung di medan perang. Mereka tahu cara mengancam, cara menekan, dan cara menghitung risiko secara real-time.
Delegasi Iran diantaranya diisi oleh para jenderal lapangan diantaranya : Jenderal Ahmad Vahidi (Komandan IRGC), Mayjen Mohammad Bagher Zolghadr – mantan wakil komandan IRGC ( Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran) dan Abbas Araghchi (Menteri Luar Negeri Iran) adalah diplomat karier, mantan anggota IRGC dan pernah bertugas di Quds Force.
Iran mengirim negosiator yang tidak perlu laporan bolak-balik ke komandan militer, karena mereka sendiri adalah komandan itu. Ini efisien sekaligus berbahaya. Efisien karena keputusan cepat. Berbahaya karena tidak ada filter sipil yang cukup.













