Jika kapal perusak AS tidak memutar balik, maka rudal Iran akan diluncurkan dalam hitungan menit. Selat Hormuz hanya selebar 30–50 kilometer di titik tersempit. Kapal sebesar apa pun adalah sasaran empuk. AS pasti akan membalas: serangan ke fasilitas nuklir, pangkalan militer, dan infrastruktur minyak Iran. Tapi harga minyak global akan meroket. Dampaknya langsung dirasakan rakyat AS sendiri dan ini bumerang politik yang berat bagi pemerintah. Perundingan di Islamabad batal total. Diplomasi mati. Yang tersisa hanya perang habis-habisan.
Fakta bahwa AS memilih mundur menunjukkan satu hal: risiko terlalu besar. Dalam permainan saling mengancam ini, kedua pihak mengerem di detik terakhir. Bukan karena takut, tapi karena hitungan untung-ruginya tidak seimbang.













