Pakistan, berhasil menjadi “jembatan komunikasi” antara AS dan Iran. Bukan karena mereka kaya atau kuat. Tapi karena mereka dipercaya. Dan kepercayaan itu tidak datang gratis. Kepercayaan adalah hasil dari konsistensi, netralitas, dan integritas yang teruji puluhan tahun.
Indonesia memiliki semua itu. Yang kita perlukan sekarang adalah keberanian untuk mengambil peran. Bukan dengan menggurui, tetapi dengan hadir sebagai suara yang rasional dan konsisten memperjuangkan perdamaian sejati bukan sekadar gencatan senjata sementara.
*Penutup*
Pengalaman mengajarkan bahwa di dunia yang penuh teater ini, *realitas selalu berbicara lebih keras daripada retorika.*
Realitas hari ini: AS berhenti menyerang karena mereka kehabisan rudal, bukan karena mereka tiba-tiba mencintai rakyat Iran.













