*Kedua, soal definisi gencatan senjata.*
Kita harus berhenti menyebut setiap stop shooting sebagai perdamaian. Gencatan senjata adalah gencatan senjata. Perdamaian adalah perdamaian. Dua hal yang sangat berbeda.
Saya mengajak pembaca untuk waspada. Ketika pihak yang sedang bertikai terdengar sangat bersemangat membicarakan “gencatan senjata”, seringkali itu bukan karena mereka tiba-tiba jatuh cinta pada perdamaian. Itu karena mereka butuh waktu. Waktu untuk mengisi magasin yang kosong. Waktu untuk memindahkan pasukan ke posisi yang lebih menguntungkan. Waktu untuk memperbaiki jet tempur yang rusak.
*Ketiga, soal peran Indonesia di kancah global.*
Sebagai bangsa yang tidak punya musuh abadi dan tidak punya sekutu tetap kecuali kepentingan nasional, Indonesia memiliki modal diplomasi yang sangat berharga: kepercayaan.













