Realitas hari ini: Iran menolak perundingan langsung karena mereka tahu posisi tawar mereka sedang kuat, bukan karena mereka lebih mencintai perdamaian daripada AS.
Dan realitas hari ini: kita semua termasuk Indonesia akan menjadi penonton sekaligus korban dari babak berikutnya jika kita tidak belajar dari jeda ini.
Saya tidak sedang meramal perang. Saya berharap saya salah. Sungguh, dengan segenap hati seorang yang pernah melihat langsung penderitaan akibat konflik, saya berharap prediksi saya tentang “jeda taktis” ini meleset.
Tapi sebagai seorang prajurit yang dididik untuk melihat ancaman sebelum ancaman itu tiba, saya berkewajiban mengatakan kebenaran yang tidak nyaman ini kepada publik.
*Jangan keliru mengartikan jeda taktis sebagai perdamaian sejati*.













