Hukum

Dukun cabul perdayai belasan gadis dibekuk polisi

Bandung, BEDAnews,-

Mengaku dapat menyembuhkan guna-guna, seorang pemuda menyetubuhi belasan para gadis. Untuk melakukan hal itu, AM (23), mengklaim dapat mengeluarkan paku dari tubuh korbannya. Tak tanggung-tanggung yang menjadi korban sang pemuda sebanyak 15 perempuan.

"Pelaku mengaku dapat mengeluarkan paku atau kawat dari tubuhnya. Bahkan, tersangka juga dapat menghilangkan bala atau penyakit," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Polisi Angesta Romano Yoyol didampingi Kasat Reskrim AKBP  Mokhamad Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Rabu, (11/1)

Usia perempuan yang menjadi korban sang dukun dari 14 hingga 29 tahun. Yoyol mengatakan, pihaknya memeriksa lima saksi di Mapolrestabes Bandung, sedangkan 10 korban  AM dilakukan di rumahnya masing-masing. Hal itu dilakukan untuk menghindari rasa malu yang diderita para korban. "Yang bersangkutan sudah melakukan aksinya lebih dari lima bulan," sambung Yoyol. 

Disebabkan terpengaruh omongan pelaku yang memiliki kekuatan supranatural dan dapat menyembuhkan teluh, membuat korban percaya. Sehingga, para gadis yang menjadi korbannya tidak sadar sudah disetubuhi layaknya suami-istri. "Jadi tersangka datang ke rumah korbannya," tukas Yoyol.

Kemudian, lanjut Yoyol, pelaku memperlihatkan paku dan kawat yang seolah-olah dikeluarkan dari tubuh korbannya. Padahal, paku atau kawat itu telah dipersiapkan sebelumnya oleh pelaku. AM sendiri mengaku tidak memiliki kekuatan untuk menyembuhkan santet atau penyakit seseorang. Bahkan, cincin batu akik yang dimilikinya tidak mempunyai khasiat apapun. Menurutnya, cincinnya hanya sebagai hiasan. "Ga punya kekuatan apa-apa. Cuma pura-pura aja," ucap pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti seperti satu plastik kemenyan, dua cincin batu akik, beberapa paku dan potongan kawat, satu seprai, satu bawahan mukena, dua kerudung, satu sarung, satu sajadah, serta dua stel pakaian korban.

Polisi menjerat para pelaku dengan Pasal 76 D jo. Pasal 81 dan atau 76 E jo. Pasal 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara. (Lanie)

Baca Juga  Jadwal Sidang di PN Bandung Tertunda, Usai Diketahui Satu Hakim Positif Corona

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close