Hukum

Sabu senilai milyaran rupiah disita petugas Bea Cukai dan BNN Jabar

Bandung, BEDAnews,-

Jajaran petugas gabungan dari Bea dan Cukai, Badan Narkotika Nasional Jabar dan Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menangkap tangan 3 wanita yang membawa narkotika jenis sabu di Bandara Husein Sastranegara Bandung, pertengahan Januari silam. Mereka adalah RH, AL, dan S.

Plt  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat (Kanwil DJBC) Saipullah Nasution menuturkan pada Rabu (14/1/2015) sekitar pukul 21.25, petugas mencurigai gerak-gerik para penumpang yang baru saja mendarat dari Malaysia menggunakan pesawat Air Asia QZ176. "Petugas menaruh curiga terhadap koper yang dibawa penumpang itu. Dan setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray, diketahui ada barang yang disembunyikan di ketiga koper itu," urai Saipullah dalam ekspos di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung, Selasa (10/1).

Saipullah menambahkan,petugas kemudian membongkar koper tersebut dan mendapatkan  bungkusan kristal warna bening yang disembunyikan dalam gagang juga rangka koper. Setelah diuji di laboratorium, bungkusan itu berisi kristal berwarna bening yang adalah narkotika golongan I jenis sabu. "Dalam gagang koper itu kami menemukan delapan bungkus sabu seberat 763,8 gram," ujar Saipullah.

Kepala KPPBC TMP A Bandung Rulijanto menambahkan, bukan besar atau kecilnya jumlah sabu yang diamankan, melainkan berapa jumlah orang yang dapat terselamatkan. Pasalnya, sambung dia, satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh lima orang. Sehingga, dengan adanya pengungkapan ini, sekitar 3.819 orang bisa terhindar dari penyalahgunaan narkotika. "Narkoba dapat memunculkan tindak kriminal sebagai efek negatif barang itu," ucap Rulijanto.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Jabar AKBP Dicky Sapta menerangkan, bahwa ketiga tersangka adalah buruh migran yang bertujuan kembali ke daerah asalnya, Surabaya. Hanya saja, mereka transit dahulu di Bandung untuk mengambil barang ke Jakarta. "Mereka orang Jawa Timur, TKI ilegal yang akan kembali ke tempat asalnya. Oleh sindikat mereka dititipi barang itu," jelas Dicky.

Berdasarkan pengakuan, sahut Dicky, ketiganya belum diberikan uang oleh sang penitip koper. Dirinya memperkirakan, ketiganya baru akan menerima bayaran setelah barang yang nilainya mencapai Rp 1,3 miliar itu sampai di pemesan. Saat ini, BNNP Jabar masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait jaringan yang berada di belakang ketiga tersangka. "Kita juga sedang melihat apakah ketiganya terkait sindikat internasional atau tidak," tandas Dicky.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 102 huruf e UU No 17/2006 tentang Kepabeanan jo. Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 132 ayat (1) UU No 35/2009 tentang Narkotika yang ancamannya hukuman mati serta denda hingga Rp 5 miliar. (Lanie)

Baca Juga  Siska Gefrianti : Staff, Karyawan dan Hakim PN Bandung Negatif Corona

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close