Seharusnya, kegagalan tersebut sudah cukup menjadi dasar bagi Gubernur Pramono Anung untuk mengevaluasi dan bahkan mengganti Kepala DLH DKI, Jakarta Asep Kuswanto. Namun, karena sifatnya yang bijak, Gubernur masih memberikan kesempatan untuk dilakukan perbaikan teknis serta penyelesaian keluhan warga. Sayangnya, hingga Oktober 2025, RDF Plant Rorotan masih dalam tahap uji coba dan belum beroperasi secara resmi.
Selain persoalan teknis dan jadwal yang molor, proyek RDF Rorotan juga menimbulkan pertanyaan besar terkait arah kebijakan lingkungan dan tata kelola proyek strategis daerah, terutama setelah adanya pembatalan, penghentian, atau penundaan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTSa atau ITF Sunter Jakarta. Dalam empat tulisan saya sebelumnya, telah diuraikan secara rinci berbagai persoalan yang muncul pada kedua proyek tersebut.













