Alasan paling logis atas langkah tersebut adalah karena Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, telah gagal menepati target peresmian RDF Plant Rorotan yang seharusnya menjadi bagian dari program 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Berdasarkan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor e-0001 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dalam lampiran disebutkan bahwa pada minggu ke-9 (21–27 April 2025) dijadwalkan peresmian RDF Plant Rorotan. Namun, kenyataannya peresmian tersebut gagal dilaksanakan karena masih banyak kendala teknis dan munculnya keluhan dari masyarakat sekitar terkait uji coba (commissioning) proyek tersebut.
Gagalnya peresmian RDF Plant Rorotan saat itu jelas mencoreng citra Gubernur Pramono Anung, karena proyek tersebut telah tercantum dalam dokumen resmi Program 100 Hari Kerja. Padahal, program ini disusun berdasarkan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas, serta menjadi bagian dari strategi quick wins dalam mendukung pelaksanaan RPJMD DKI Jakarta 2025–2029.













