*Gencatan Senjata yang Mengecoh: Ketika Gencatan Terjadi, Pelanggaran Berlanjut*
Ironi terbesar dan sekaligus yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana pihak-pihak yang bertikai terus menyatakan bahwa gencatan senjata “masih berjalan” setelah disepakati pada 8 April 2026.
Gencatan senjata yang berlangsung di tengah blokade de facto Iran di Selat Hormuz yang menghambat pengiriman minyak dan gas Teluk dan komoditas lainnya. Blokade yang telah memicu lonjakan harga pupuk global dan mengancam produksi pangan, serta mengganggu rantai pasok komponen elektronik hingga biaya PCB (printed circuit board).
Lebih parah lagi, gencatan senjata yang diselewengkan. Pejabat AS memperingatkan bahwa setiap langkah Iran untuk mengganggu transit minyak melalui Selat Hormuz akan memicu respons militer AS “20 kali lebih kuat dari apa yang telah kami lakukan sejauh ini”.













