Gencatan senjata yang terusik oleh klaim keberhasilan militer di satu sisi dan ancaman pembalasan di sisi lain.
Seperti dikemukakan analis rantai pasok Lisa Anderson, pandemi COVID-19 dulu membuat perusahaan menyadari bahwa mereka tidak bisa mengandalkan pasokan yang tiba tepat saat dibutuhkan. Perang Iran, katanya, menunjukkan itu bukan peristiwa satu kali. Ini adalah tekanan berkelanjutan pada sistem internasional. Dan di tengah semua itu, di mana DK PBB?
Dibiarkan menunggu, berunding, dan berdebat tentang kata-kata dalam draf resolusi yang tak kunjung diadopsi. Lagi.
*Ketika “Penonton Mewah” Itu Berdampak ke Rumah Kita (Indonesia)*
Dalam setiap konflik global yang tidak diurus PBB dengan serius, ada negara seperti Indonesia yang membayar harga tanpa diundang ke meja perundingan.













