HeadlinePendidikan

Disdik Jabar Kaji dan Bahas Kemungkinan Sekolah Umum Mulai Januari 2021

Bandung, BEDAnews.com – Terkait dengan kemungkinan dimulainya  kembali pembelajaran sekolah di Jawa Barat  secara biasa pada bulan Januari 2021. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, saat ini tengah mengkaji dan membahas kemungkinan, anak sekolah baru bisa bersekolah seperti semula pada bulan Januari 2021.

Tetapi mesti demikian hak Pendidikan bagi peserta didik harus tetap terpenuhi. Seperti yang telah digariskan oleh Surat Edaran Kemendikbud RI Nomor 15 Tahun 2020 tanggal 18 Mei 2020, Tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dr. Ir. Dewi Sartika saat dihubungi wartawan melalui celularnya di Bandung, Selasa (2/6/2020).

Surat Edaran tersebut menyebutkan secara jelas, tujuan pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik agar tetap mendapatkan layanan pendidikan selama darurat covid-19; Melindungi warga satuan pendidikan dari dampak covid-19; Mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan; dan Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

Hal ini lebih dipertegas Kadisdik yang menyatakan “Keselamatan dan kesehatan lahir batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan BDR.”

Untuk  mendukung suksesnya BDR atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) Dinas Pendidikan Jabar bersama Disdik Kabupaten-kota tengah menyusunan pembelajaran (modul bahan ajar) selama masa darurat penyebaran covid-19 . Diantaranya mempersiapkan terkait protokol PJJ; Aksesibilitas internet. Bahkan sebagian dana BOS dapat dibelikan kouta untuk kelancaran pembelajaran PJJ.

Kadisdik yang sering disapa Ike ini juga menyebutkan tengah menyusun pedoman untuk meningkatkan SDM Pendidik, agar memiliki kemampuan dalam menjalankan daring. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar pendidik  atau memiliki inovasi dalam memberikan pembelajaran bagi peserta didik.

Sedangkan terkait, Pembelajaran jarak jauh  Luar jaringan (luring) atau tidak terjangkau akses internet, Ike menyebutkan tetap dapat dilakukan melalui tatap muka dengan jumlah terbatas yaitu maksimal 5 peserta didik; melalui Televisi, Radio, Modul belajar mandiri dan lembar kerja; Bahan ajar Cetak; alat peraga dan media belajar dari benda dan lingkungan sekitar, dalam pelaksanaan PJJ, satuan pendidikan dapat memilih pendekatan (daring atau luring atau kombinasi keduanya) sesuai dengan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana. @her.       

Tags
Selanjutnya

Related Articles

Back to top button
Close