Nama yang hari ini diagungkan, suatu saat akan menjadi bagian dari sejarah.
Karena itu, siapa pun yang memegang kekuasaan harus memahami bahwa di atas seluruh kekuasaan manusia masih ada kekuasaan Tuhan Yang Maha Mengadili.
Sedangkan di bawah ada tanah.
Tanah tempat rakyat bekerja.
Tanah tempat petani menanam padi.
Tanah tempat anak-anak bermain. Tanah tempat rakyat mencari nafkah.
Tanah yang tidak mengenal istilah kubu politik. Tanah itulah yang harus kita jaga.
Sebab ukuran keberhasilan negara sesungguhnya sederhana: apakah rakyat dapat tidur dengan tenang, bekerja dengan aman, beribadah tanpa rasa takut, dan menyekolahkan anak-anaknya tanpa terganggu oleh pertikaian politik elite.
Kalau itu masih terjaga, negara masih kuat.
*PENUTUP*
Republik ini tidak dibangun untuk menjadi negara yang gaduh setiap kali terjadi perbedaan.













