Prof. Rusdiana membedakan tajam antara “merayakan” dan “bertindak”. Merayakan membangun kesadaran lewat kampanye medsos atau tanam pohon sesaat. Bertindak mengubah kesadaran jadi perilaku nyata, terukur, berkelanjutan.“Aksi paling berdampak justru hal sederhana tapi konsisten: kurangi plastik sekali pakai di kampus, budayakan pilah sampah, efisiensi energi dan air, penghijauan berbasis pemeliharaan bukan sekadar tanam lalu mati,” jelasnya.
Mahasiswa bisa mulai lewat KKN tematik lingkungan, pendampingan desa tangguh iklim, konservasi sumber air, dan edukasi iklim ke warga. Kampus dorong konsep Green Campus: ruang terbuka hijau, energi terbarukan, digitalisasi administrasi kurangi kertas.“Tindakan lingkungan paling berdampak bukan yang paling besar, tapi yang paling konsisten mengubah perilaku kolektif jangka panjang,” pungkasnya.













