Lawan Hoaks Iklim & Greenwashing dengan Literasi Ekologis
Tantangan 2026 makin berat: era AI membuat hoaks iklim, manipulasi data, dan greenwashing makin sulit dibedakan. Greenwashing terjadi saat pihak menampilkan citra ramah lingkungan berlebihan tanpa aksi nyata.Generasi muda, kata Prof. Rusdiana, wajib punya literasi ekologis: paham isu lingkungan + cakap uji validitas informasi.
Caranya:
1.Pakai sumber kredibel: jurnal ilmiah, laporan lembaga riset, organisasi lingkungan terpercaya 2.Berpikir kritis: uji data, metodologi, bukti yang bisa diverifikasi
3.Kuatkan literasi digital: kenali manipulasi visual, konten AI sintetis, narasi kepentingan
“Kampus lewat pembelajaran berbasis riset dan pelatihan literasi digital. Mahasiswa biasakan tabayyun ilmiah: cek dulu sebelum sebar. Literasi ekologis bukan cuma paham lingkungan, tapi bisa bedakan fakta dan propaganda,” tegas Guru Besar yang juga Pegiat Komunitas Pena Berkarya Bersama Kompasiana ini.













