“Misalnya, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program pendidikan yang menghargai keberagaman, mengambil keputusan secara adil, serta bekerja sama dengan pihak yang memiliki latar belakang berbeda. Capaian tersebut kemudian dihubungkan dengan materi manajemen kurikulum, kepemimpinan pendidikan, dan budaya organisasi,” jelasnya.
Pembelajarannya dapat berupa kajian kasus, dialog, dan proyek bersama lembaga pendidikan. Penilaiannya menggunakan rubrik yang melihat kualitas rancangan, kemampuan mendengar, pembagian tanggung jawab, dan refleksi mahasiswa.
“Dengan demikian, karakter kebangsaan menjadi bagian dari proses, praktik, dan evaluasi kurikulum. Hasil penilaian serta masukan mitra selanjutnya digunakan prodi untuk memperbaiki pembelajaran secara berkala,” ujarnya.
- Strategi manajemen apa yang mencetak pemimpin pendidikan yang mampu berkolaborasi lintas daerah?
Ia menilai Prodi MPI perlu mengelola kolaborasi sebagai pengalaman belajar yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi. Semangat Kongres Pemuda 1928 memberi inspirasi bahwa tujuan bersama dapat dibangun oleh orang-orang dari latar belakang yang beragam.












