“Contohnya, mahasiswa dapat merancang perpustakaan digital, sistem informasi kegiatan pendidikan, atau kelas kolaboratif antardaerah. Sebelum diterapkan, mereka perlu memeriksa kesiapan pengguna, akses internet, biaya, dan perlindungan data. Hasil uji coba kemudian dievaluasi bersama guru dan peserta didik,” terangnya.
Nilai Sumpah Pemuda juga hadir dalam etika digital: memeriksa sumber, menghargai karya orang lain, menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, dan tidak menyebarkan informasi yang memecah persatuan. UNESCO menekankan pentingnya literasi media untuk menghadapi misinformasi serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
“Singkat kata, Sumpah Pemuda memberi arah bagi Prodi MPI untuk menyiapkan pemimpin pendidikan yang berkarakter, mampu bekerja sama, dan cakap mengelola perubahan. Berlandaskan semangat ‘Ikhlas Beramal’, ilmu manajemen pendidikan dapat menjadi karya yang memperkuat persatuan dan memberi manfaat bagi negeri,” pungkasnya*** ry












