“Pada tahap perencanaan, prodi dapat menetapkan kompetensi kepemimpinan kolaboratif dan memilih mitra dari daerah yang berbeda. Pada tahap pelaksanaan, mahasiswa membentuk tim untuk memetakan persoalan pendidikan, menyepakati pembagian tugas, lalu merancang solusi bersama,” paparnya.
Pertukaran pengalaman antardaerah dapat dilakukan melalui diskusi daring, kuliah bersama, atau proyek pengabdian sesuai sumber daya yang tersedia. Dosen berperan sebagai pembimbing dan penghubung dengan mitra.Evaluasi tidak hanya menilai produk akhir, tetapi juga kemampuan mahasiswa mendengar, menyelesaikan perbedaan, memenuhi komitmen, dan mempertanggungjawabkan keputusan. Umpan balik mitra menjadi dasar perbaikan kerja sama berikutnya.
- Apa peran mahasiswa MPI dalam mengelola inovasi pendidikan digital?
Menurut Prof. Rusdiana, mahasiswa MPI berperan sebagai pengelola perubahan: mengenali kebutuhan lembaga, memilih teknologi yang sesuai, mengajak pihak terkait terlibat, dan menilai manfaatnya. Inovasi digital perlu memperluas kesempatan belajar serta memperkuat kebersamaan.












