BNNP Jawa Tengah juga akan terus menghadirkan konten edukasi yang informatif dan inovatif, termasuk pembaruan materi terkait pola dan modus operandi peredaran narkoba, agar masyarakat, khususnya ibu dan remaja, lebih waspada dan tidak mudah terjerumus.
Sebagai langkah akselerasi, Toton Rasyid menegaskan bersama TP PKK akan meningkatkan kerja sama dengan lembaga pemberdayaan masyarakat Posyandu, yang memiliki kekuatan sekitar 49.000 Posyandu di Jawa Tengah.
Keberadaan Posyandu dinilai sangat strategis sebagai simpul edukasi keluarga, ibu, dan anak, sekaligus sebagai sarana penyebaran informasi bahaya narkoba secara berkelanjutan di tingkat komunitas.
“Kami mengapresiasi dukungan TP PKK selama ini. Kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk melalui sinergi dengan Posyandu sebagai terobosan inovatif pencegahan narkoba berbasis keluarga,” ujar Toton Rasyid.












