Salah satu terobosan yang didorong adalah penguatan konsep “BNN Sahabat Anak” sebagai prototipe implementasi ANANDA BERSINAR, yang menempatkan anak sebagai subjek utama pencegahan sejak dini, sekaligus memperkuat peran orang tua dan lingkungan sekitar.
Kepala BNNP Jawa Tengah Toton Rasyid, S.H, M.H. menegaskan bahwa, ANANDA BERSINAR membutuhkan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan PKK dan Posyandu, untuk menjangkau keluarga dan anak secara lebih efektif.
“BNN bergerak dan hadir di tengah-tengah masyarakat secara humanis. BNN bukan hanya penegak hukum, tetapi sahabat bagi masyarakat, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa, konsep BNN Sahabat Anak menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional dengan anak, sehingga pesan pencegahan narkoba tidak menimbulkan ketakutan, melainkan membentuk pemahaman dan kesadaran.












