China saat ini benar-benar berada dalam posisi yang sulit. Jalur Sutra darat yang melewati Iran menuju Eropa kini terblokir. Jalur Sutra laut yang melalui Selat Malaka sepenuhnya berada di bawah bayang-bayang armada AS. Sementara rute alternatif melalui Rusia pun terganggu oleh perang Ukraina yang masih berkepanjangan. China tidak memiliki pilihan mudah. Kekuatan ekonomi mereka memang besar, tetapi pengaruh politik dan militer di Timur Tengah tidak sebanding dengan AS yang memiliki pangkalan militer dan sekutu setia seperti Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Akibatnya, Beijing hanya bisa mengeluarkan pernyataan protes diplomatik, sementara aset-aset strategis mereka di Iran terus diterjang. Ini adalah dilema klasik: menjadi negara kaya tanpa diikuti kekuatan militer yang sepadan di kawasan yang jauh dari rumah sendiri.













