Sudah saatnya Indonesia tidak lagi menjadi penonton yang pasif. Kita harus mulai menghitung secara cermat kepentingan nasional kita, memperkuat diplomasi kita di berbagai forum internasional, dan bersiap menghadapi dunia yang konektivitas ekonominya semakin rapuh. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah konkret: mendiversifikasi mitra dagang, membangun cadangan energi dan pangan yang lebih kuat, serta mempersiapkan skenario darurat untuk melindungi warga negara dan aset nasional di luar negeri.
Karena pada akhirnya, ketika dua raksasa bertarung di atas papan catur global, yang kecil biasanya terkena imbasnya terlebih dahulu. Dan Indonesia, dengan segala potensi dan kerentanannya, tidak ingin menjadi pion yang jatuh tanpa perlawanan. ***













