Oleh: Muhammad Rofik Mualimin (Kolumnis/Dosen STAI Yogyakarta/Pengasuh Pontren Latifah Mubarokiyah/Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN)
YOGYAKARTA || Bedanews.com – Dalam dunia politik Indonesia yang penuh drama, kadang yang lebih cepat dari langkah adalah lidah. Seperti baru-baru ini, ketika seorang anggota DPR RI—inisial AS—mengeluarkan pernyataan keras: “pihak yang membubarkan DPR adalah orang paling tolol sedunia”. Tak butuh waktu lama, masyarakat marah, dan rumah sang anggota dewan pun jadi sasaran amuk. Dibakar.
Lalu, apakah ini sekadar reaksi berlebihan atau potret nyata hubungan retak antara rakyat dan wakilnya?
Ucapan sang anggota DPR itu tentu tidak berdiri di ruang hampa. Di tengah kondisi ketidakpuasan publik terhadap kinerja lembaga legislatif—dari korupsi berjemaah hingga kebijakan kontroversial—pernyataan seperti itu hanya menambah bara dalam sekam.













