Oleh: Muhammad Rofik Mualimin (Kolumnis/Dosen STAI Yogyakarta/Pengasuh Pontren Latifah Mubarokiyah/Penasihat Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN)
YOGYAKARTA || Bedanews.com – Demonstrasi besar-besaran yang bermula sekitar 25 Agustus 2025 dan memuncak antara 28 Agustus hingga awal September, bukan sekadar gelombang protes. Ini lebih seperti “ledakan rasa”—resonansi panjang ketidakadilan yang akhirnya meledak karena satu nama: Affan Kurniawan.
Affan adalah pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun yang sedang bekerja malam itu, bukan pendemo. Namun, ia tewas terkena tabrakan kendaraan taktis Brimob. Kematian Affan pada 28 Agustus menjadi simbol memalukan: aparat yang seharusnya melindungi malah melukai bahkan merebut nyawa tak bersalah
(liputan6.com &
mynews.id).













