Berikut adalah kisahnya. Sebagaimana biasa, penulis menuangkan profilnya dari sisi yang berbeda.
Sejak remaja Yemi memang tomboi
Namun hatinya lembut bak angin sepoi
Tampilannya yang cowboy
Tapi ia wanita tulen yang romantis yang amat indehoy
“Kenakalannya” jadi wanita perkasa yang tak mengenal takut mengemudi bemo, dump truk, motor besar, traktor, truk gandengan, sampai beko, seakan berbanding terbalik dengan suara hatinya yang amat penakut jadi wanita yang lama menjomblo.

Dalam lubuk hatinya ada semacam phobya, “ketidakfemininanya akan membuat kaum pria menjauhinya”. Namun ketakutannya itu sirna sudah saat ia dilamar teman satu proyeknya yang asal Solo. Akhirnya di usia 26 tahun Yemi melepas masa lajangnya dan resmi menjadi nyonya Hari Sudibjo.











