Usai dinyatakan negatif beberapa waktu lalu, Yana menceritakan kisahnya saat-saat perjuangannya melawan Covid-19.
“Saya sangat bersyukur, Allah masih sayang sama saya. Ketika pertama kali divonis Covid-19, jujur saya terpukul, yang saya ingat adalah kematian,” ungkapnya mengawali ceritanya.
Yana positif mengidap Covid-19 diduga setelah menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang pada 8 Maret 2020 lalu. Salah seorang tamu undangan yang hadir di acara tersebut dan sama-sama dinyatakan positif Covid-19 tidak tertolong. Hal itu semakin membuatnya pasrah.
“Selama di rumah sakit, saya diinfus di ruangan berukuran tiga kali tiga meter. Saya tidak tahu dunia luar, makan bubur, bertahan hidup. Saya makan apapun yang dikasih. Berupaya tetap makan, berupaya tetap minum, obat mah ada yang suntik ada yang oral, pokoknya SOP dari dokter saya jalani, nggak ada yang nggak,” bebernya.













