Bandung, BEDAnews – Aksi penipuan dengan modus operandi digital kembali memakan korban. Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Mohamad Eka Kartika (68), menjadi korban scamming hingga kehilangan dana sebesar Rp 1,012 miliar.
Peristiwa ini bermula pada Kamis (9/7/2026), saat korban dihubungi oleh dua orang pelaku yang mengaku sebagai petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Dengan dalih melakukan pembaruan data dan digitalisasi kependudukan, pelaku berhasil meyakinkan korban untuk membayar sejumlah uang administrasi.
Putra korban, Zul Ahadi, mengungkapkan bahwa ayahnya tidak menaruh curiga sama sekali lantaran modus yang digunakan tampak resmi.
”Modusnya pembaruan data digitalisasi. Ayah saya percaya saja karena diminta melakukan pembayaran administrasi,” ujar Zul saat dikonfirmasi, Sabtu (18/7/2026).
Ponsel Diretas, Saldo Terkuras
Kejanggalan mulai terasa pada Jumat (10/7/2026). Secara tiba-tiba, ponsel milik Eka mengalami gangguan dan mati total. Saat ponsel berhasil diaktifkan kembali, ia mendapati saldo di rekeningnya sudah terkuras habis. Uang tersebut diketahui telah berpindah ke beberapa nomor rekening yang diduga milik komplotan pelaku.
”Beberapa jam setelah ponselnya menyala, kami baru sadar uang di rekening ayah sudah hilang semua,” tambah Zul.
Upaya Hukum Terkendala Status Transaksi
Pihak keluarga telah berupaya menempuh langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini ke pihak bank terkait serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, upaya tersebut menemui jalan buntu karena sistem perbankan mengategorikan transaksi tersebut sebagai transaksi sah yang dilakukan oleh pemilik akun.
Zul menduga pelaku sengaja mengincar ayahnya karena faktor usia. “Orang tua lanjut usia memang sasaran empuk. Ayah saya baru pensiun sebagai Ketua PT Bandung pada Desember 2025 lalu,” tuturnya.
Saat ini, kasus tersebut telah resmi ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Bandung dengan nomor laporan STPB/292/VII/2026/JBR/POLRESTABES.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi pihaknya telah menerima aduan tersebut dan saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk melacak jejak para pelaku













