Alhasil terjadi defisit APBN yangb semakin dalam sehingga memaksa pemerintah menambah utang baru. Disisi lain memberlakukan rasionalisasi anggaran di semua sektor, dengan melakukan pemangkasan belanja sosial dan subsidi. Hal ini dapat mendorong terbukanya potensi gejolak sosial jika subsidi energi dikurangi, karena masyarakat kecil akan terpukul. Mau tak mau harus memilih keputusan pahit. InDemo dalam diskusi rutinnya senantiasa mengharap dan menghimbau agar semua kalangan, khususnya internal lembaga Indonesia Democracy Monitor tetap ciptakan suasana kondusif, menahan diri dengan gerakan: Jaga kesehatan, perbanyak ibadah/doa, serta saling membantu sesama jika mampu.
*Warisan Utang yang Berujung Krisis*
Sejarah telah menunjukkan bahwa utang yang tidak terkendali dapat berujung pada kehancuran ekonomi dan gejolak sosial. Berikut beberapa contoh nyata terjadi di Yunani (2010-2015), bangkrut akibat utang yang membengkak. Pemerintah Yunani selama 1990-an hingga awal 2000-an melakukan pinjaman besar untuk membiayai infrastruktur dan belanja sosial, serupa dengan kebijakan Jokowi. Pada 2010, utang Yunani mencapai lebih dari 175% dari PDB, memicu kegagalan membayar cicilan utang dan bailout dari Uni Eropa.











