Pelajaran untuk Indonesia
Apa artinya bagi kita?
Jangan terjebak romantisme. Jangan baca konflik ini hanya dengan mata hati. Bacalah dengan kepala dingin.
Pertama, dunia sedang memasuki babak baru: tidak ada lagi satu kubu yang solid. AS dan Eropa, yang selama 80 tahun bersatu, kini retak. Ini membuka peluang sekaligus risiko bagi negara seperti Indonesia.
Kedua, stabilitas global tidak lagi bisa dijamin oleh satu kekuatan. Jika AS keluar dari NATO, jika Eropa membangun kekuatan militernya sendiri, maka peta geopolitik akan berubah drastis. China dan Rusia pasti akan memanfaatkan situasi ini.
Ketiga, Indonesia harus mengambil sikap yang cerdas. Bukan memilih kubu secara emosional, tapi membaca kepentingan nasional: stabilitas harga energi, keamanan jalur laut (Selat Hormuz dan Terusan Suez), serta posisi tawar di forum internasional.












