Sementara itu, di Jawa Barat, rencana pensiun dini PLTU Cirebon-1 mendapat dukungan dari masyarakat pesisir, termasuk nelayan dan pekerja pengolahan hasil laut. Selama ini, aktivitas PLTU dinilai berdampak pada penurunan hasil tangkapan, khususnya rajungan, yang berdampak langsung pada pendapatan warga.
“Pendapatan kami ikut berkurang karena hasil tangkapan menurun,” ungkap Wiwid, seorang pengupas rajungan dari Desa Waruduwur, Indramayu.
Di Sumatera Barat, tantangan transisi energi juga mencuat. Direktur LBH Padang, Diki Rafiqi, menyebut bahwa proyek energi tanpa pendekatan keadilan berpotensi memicu konflik baru. Salah satu contohnya adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Talang yang memicu resistensi masyarakat akibat kurangnya transparansi dan pelibatan warga sejak awal.













