Sektor energi sendiri masih menjadi penyumbang besar emisi global, dengan batu bara diprediksi oleh Badan Energi Internasional tetap menjadi sumber listrik utama hingga 2030. Indonesia telah merespons melalui komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) dan target Net Zero Emission pada 2060.
Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, termasuk belum terealisasinya pensiun dini PLTU dan minimnya pelibatan masyarakat dalam proyek EBT.
Di Sumatera Utara, hasil penelitian Yayasan Srikandi Lestari menunjukkan sekitar 70 persen warga di sekitar PLTU Pangkalan Susu telah memahami dampak negatif pembakaran batu bara. Namun, persepsi bahwa energi bersih lebih mahal masih menjadi hambatan dalam penerimaan masyarakat.
Direktur Yayasan Srikandi Lestari, Sumiati Surbakti, menegaskan pentingnya program pemulihan lingkungan yang menyeluruh, termasuk memastikan kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak. Menurutnya, hal ini penting untuk menjamin keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.













