Oleh karena padangan dari sisi sosiologis politik yang disfungsi, telah beresiko melahirkan gejala-gejala bakal ada ‘silaturahmi’ dari kelompok masyarkat yang bernama TPUA/Tim Pembela Ulama dan Aktivis ke rektorat UGM Jogjakarta dan domisili Jokowi di Kota Solo, untuk mendapatkan informasi tentang kebenaran atau apakah sekedar dugaan belaka, bahwasanya Jokowi telah menggunakan ijazah palsu.
Tentu PS menyadari implikasi dari geliat kunjungan silaturahim TPUA ini, tidak tertutup kemungkinan bakal disertai antusias kehadiran masyarakat Jogja-Solo dan sekitarnya. Bahkan tidak mustahil akan hadir kelompok dari wilayah luar pulau Jawa, tentang kejelasan terhadap isu negatif dan sudah mengglobal, terlebih dugaan Ijazah Palsu ini diiringi informasi temuan dari sebuah organisasi masyarakat dunia (OCCRP), bahwa Jokowi finalis pemimpin nomor 2 (dua) terkorup di dunia, selain juga Jokowi pernah dijuluki oleh kelompok mahasiswa, ‘Jokowi The King of lip Service’ atau yang deskripsinya berupa gelar dengan majas, “Jokowi Raja bohong”.













