Pembangunan kanal tersebut dimulai pada tahun 2003 dan rampung pada tahun 2010, tepat pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo (Bang Foke). Kanal ini berfungsi menyalurkan air dari kawasan selatan Jakarta menuju laut di bagian utara, sekaligus meminimalkan potensi banjir yang kerap melanda kawasan padat penduduk.
Untuk memaksimalkan upaya penanggulangan banjir di Jakarta, pemerintah membangun Sodetan Ciliwung yang telah resmi rampung pada Juli 2023.
Fungsi utama sodetan Ciliwung adalah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir Sungai Ciliwung yang mengalir menuju Banjir Kanal Barat (BKB), khususnya di kawasan Manggarai dan Kampung Melayu. Sodetan Ciliwung bekerja dengan cara mengalihkan sebagian aliran air dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), sehingga mengurangi beban air di sungai utama dan mencegah terjadinya luapan.












