Dalam perbincangan intens selama hampir tiga jam tersebut, kami membahas hampir seluruh isu penting yang berkaitan dengan Jakarta. Salah satu topik utama adalah tentang sistem pengendalian banjir, khususnya Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT).
Bang Foke menjelaskan bahwa, BKB sesungguhnya merupakan proyek warisan zaman kolonial Belanda, dibangun pada tahun 1922 dengan tujuan utama mengalihkan aliran Sungai Ciliwung agar tidak membelah kota Batavia (Jakarta tempo dulu), melainkan dialirkan ke barat kota. Pada era Orde Baru, konsep ini dikembangkan kembali melalui Master Plan for Drainage and Flood Control of Jakarta tahun 1973, yang memperkenalkan konsep dua kanal besar yang mengelilingi Jakarta, yakni BKB dan BKT.
Kanal Banjir Timur sendiri dibangun jauh setelah Kanal Banjir Barat. Pembangunan BKT dimulai pada awal November 2003, setelah dicanangkan oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada Juli 2003. Proyek ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah banjir di wilayah Jakarta Timur dan sebagian Jakarta Utara.












