Pada kesempatan lain, saya sempat berbicara dengan Bang Foke melalui sambungan telepon. Pembicaraan tersebut kemudian berlanjut dalam pertemuan langsung pada hari Selasa, 17 Juni 2025, di kediaman beliau yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Saat saya tiba, Bang Foke menyambut dengan ramah dan hangat. Ia mengenakan kemeja putih berlengan pendek dengan garis hitam di tepi lengan, serta mengenakan cincin bermata batu hijau daun yang melingkar di jari manis tangan kirinya. Kacamata hitam dengan bingkai tegas tampak melekat di wajahnya, menambah kesan elegan namun bersahaja.
Meski usianya tidak lagi muda, wajahnya terlihat segar dan penuh semangat. Energi serta ketajaman pikirannya tetap terjaga, seperti seorang arsitek kota yang masih aktif memikirkan masa depan Jakarta. Di atas meja bundar, tersaji kopi, teh panas dan pisang goreng dari pisang raja yang manis dan legit. Semua hal ini menyempurnakan suasana hangat diskusi kami pada sore itu.












