Oleh : A.Rusdiana
Ketakwaan bukan sekadar ritual, tetapi harus melahirkan rasa yang hidup dalam diri, yaitu keikhlasan dan kelembutan hati. Sebab tanpa rasa, ilmu hanya akan melahirkan kesombongan, tetapi dengan rasa, ilmu menjadi cahaya yang menuntun kehidupan.
Allah SWT berfirman:
“Dan Allah akan menanamkan kasih sayang (dalam hati mereka).” (QS. Maryam: 96)
Ayat ini menunjukkan bahwa kasih sayang adalah anugerah Allah bagi orang-orang beriman. Inilah yang menjadi inti dari ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, sekaligus selaras dengan nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat, seperti dalam budaya Sunda yang dikenal dengan konsep Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh. Ayat ini menegaskan bahwa kasih sayang adalah buah iman yang menumbuhkan harmoni kehidupan yaitu nilai Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh. Pelajaran pertama, membangun kasih sayang. Kedua, menumbuhkan ilmu. Ketiga, saling membimbing dalam kebaikan.












