Cimahi, BEDAnews
Akibat kemiskinan, enam Kepala Keluarga (KK) di Kampung Saradan RW 02 Kelurahan Lewigajah Cimahi sampai kini tak mampu memasang instalasi listrik. Sementara untuk penerangan, sejak listrik masuk kota Cimahi keenam keluarga ini terpaksa menyantol listrik dari rumah tetangga.
“Ada enam KK yang mendatangi kami untuk meminta bantuan pemasangan instalasi listrik di rumahnya, mereka tak mampu menjadi pelanggan PLN karena kemiskinan yang dideritanya selama ini,” demikian diungkapkan Muhammad Effendi, Ketua Tim Balon Walikota jalur indpenden Ahmad Ramli-Jumadi (Arjuna).
Menurut Pendi, panggilan akrab Muhammad Effendi, untuk membantu warga miskin tersebut, Ahmad Ramli memberikan bantuan dana untuk pemasangan instalasi listrik PLN. Dari enam KK tersebut, dua warga yaitu Ny. Ari Rohmah dan Ny, Amik, merupakan warga RT 02/02 Kampung Saradan Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.
Kegiatan sosial yang dilakukan Ahmad Ramli ini, kata Pendi, tak hanya dilakukan menjalang pencalonannya sebagai walikota Cimahi, namun sudah dilakukan sejak 12 tahun lalu. “Ahmad Ramli Assegaf, sering memberikan bantuan social berupa pemberian modal usaha, santunan kepada anak yatim, maupun menjadi bapak angkat dari warga yang kurang mampu, semuanya beliau lakukan untuk memotivasi warga lainnya melakukan kegiatan sosial membantu warga yang kesulitan” katanya.
Sementara itu, Ari Rohmah (54), warga yang mendapatkan bantuan mengaku gembira dan berterimakasih karena tak lama lagi instalasi listrik ke rumahnya akan segera terpasang. Sejak puluhan tahun, janda yang tinggal bersama anak bungsunya ini hanya mendapatkan aliran listrik dari tetangga mulai pukul 18.00 sampai 05.00, dengan membayar Rp. 30 ribu setiap bulannya. Hal ini dia lakukan karena kesulitan ekonomi sehingga tak mampu untuk memasang instalasi listrik sendiri.
“Saya hanya buruh cuci pakaian di rumah tetangga dengan penghasilan Rp. 15 ribu sekali nyuci, itupun tak tiap hari ada tetangga yang menyuruh mencuci pakaian,” ucapnya sambil menitikkan air mata.
Sejak ditinggal sang suami, janda ini terpaksa menjalani hidup dengan seadanya. Anaknya yang saat ini sudah berusia 16 tahun pun terpaksa harus drop out dari kelas dua Sekolah Dasar, akibat tak ada biaya untuk sekolah, karenanya anak bungsunya ini tak bisa baca tulis. (M. Fachry)











