Bandung, BEDAnews
Launching e-KTP di Kota Bandung, digelar Senin (16/4) di Kecamatan Coblong, jalan Sangkuriang, ditandai dengan pemukulan gong oleh Walikota Bandung Dada Rosada dan penyematan PIN kepada Camat Coblong Anton Sugiana dan salah seorang operator e-KTP.
Alasan dipilihnya kecamatan Coblong untuk pelaksanaan launching, menurut Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung Meivy Adha Krisnan, karena di Coblong jumlah warga yang wajib KTP nya merupakan yang terbanyak di Kota Bandung, sekitar 102.360 orang.
Dari jumlah warga Kota Bandung yang sekitar 2,6 Juta jiwa, sekitar 1.983.883 orang adalah mereka yang wajib memiliki KTP, jumlah tersebut merupakan warga sudah berusia di atas 17 tahun atau yang pernah menikah, ungkap Meivy.
Kota Bandung lanjut Meivy, masuk dalam program e-KTP tahap II, termasuk 15 kota/kab lainnya di Jawa Barat. Proses perekaman data penduduknya sendiri harus sudah selesai pada akhir Oktobr 2012.
“Berhubung tanggal 25 September merupakan hari Ulang Tahun Kota Bandung, maka diharapkan pada tanggal tersebut semua proses perekaman sudah selsesai, sehingga hal tersebut bisa menjadi kado terindah bagi Kota Bandung yang akan berusia 202 tahun,” jelas Meivy.
Menurut Meivy, untuk dapat menyukseskan program nasional tersebut, telah dilakukan beberapa hal diantaranya sosialisasi secara berjenjang dan berkelanjutan di seluruh wilayah kecamatan baik melalui media cetak maupun elektronik, megatron, banner dan spanduk.
Selain itu dilakukan juga pemutakhiran data yang dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2010, penyebaran surat pemberitahuan NIK pada Desember 2011, pelatihan bintek operator e-KTP sebanyak 120 orang yang akan ditempatkan di 30 Kecamatan dan masing-masing 4 orang per kecamatan.
Namun masih ada 3 kecamatan yang masih kekurangan operator dikarenakan petugas yang ditunjuk tidak bisa melaksanakan tugas yaitu kecamatan Ujungberung, Coblong dan kecamatan Astanaanyar,” ujarnya. (Heru)











