Berikut hasil cuplikan wawancara lengkapnya :
Pertama. Nilai spiritual apa yang bisa digali dari bulan Sya’ban?;
Nilai spiritual Sya’ban adalah pemurnian kualitas, bukan penambahan sensasi. Ia mengajari disiplin proses: amal kecil yang dijaga lebih kuat daripada amal besar yang putus. Sya’ban juga bernilai muhasabah karena manusia mudah terjebak merasa “sudah baik” saat memasuki Ramadan, padahal yang dibutuhkan adalah evaluasi niat, adab, dan konsistensi. Nilai berikutnya adalah kesiapan ruhani: puasa sunnah, tilawah, zikir, dan doa berfungsi sebagai “pemanasan” agar ibadah Ramadan tidak terasa berat. Ada pula nilai pembersihan hati sosial: memutus rantai dendam, merawat silaturahmi, dan mengubah konflik menjadi rekonsiliasi karena hati yang keruh sulit menikmati ampunan. Puncaknya, Sya’ban menegaskan integrasi iman-ilmu: menulis, mengajar, bekerja, dan melayani menjadi ibadah bila diniatkan lillah membawa ruh ihsan ke ruang pendidikan dan peradaban.











