• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Sya’ban: Menyiram Iman atau Sekadar Menunggu Ramadan?

Sya’ban: Menyiram Iman atau Sekadar Menunggu Ramadan?

Hargib by Hargib
21 Januari 2026
in Edukasi
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, Bedanews.com

Wawancara Eksklusif Selasa, 20 Januari 2026:21;28 dengan Prof. Dr. H. A. Rusdiana, MM. Guru Besar Manajemen Pendidikan; Admin, Prop0sal Pendirian UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Peraih Nominasi Penulis Opini terproduktitf di Koran Harian Umum Kabar Priangan (15/5/2025). Dewan Pembina PERMAPEDIS Jawa Barat; Dewan Pakar Perkumpulan Wagi Galuh Puseur. Pendiri dan Pembina Yayasan Sosial Dana Pendidikan Al-Mishbah Cipadung Bandung dan Yayasan Pengembangan Swadaya Mayarakat Tresna Bhakti Cinyasag Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat.

“Sya’ban sering sunyi, tapi justru di sini iman diuji: disiplin, muhasabah, damai sosial, dan kesiapan ruhani sebelum panen Ramadan.”

Sya’ban berada di antara Rajab dan Ramadan dua bulan yang lebih “ramai” di ruang public sehingga ia kerap diperlakukan sebagai jeda, bukan fase pembinaan. Fenomena ini terlihat dalam kebiasaan beragama: semangat melonjak di awal Ramadan, tetapi cepat turun karena fondasi prosesnya belum matang. Dalam kacamata pendidikan karakter dan pembentukan kebiasaan (habit formation), perubahan yang bertahan lahir dari latihan kecil yang konsisten, bukan dari “ledakan” motivasi sesaat. Dalam tradisi tazkiyatun-nafs, proses juga lebih penting daripada euforia: hati dibersihkan, niat ditata, lalu amal dijaga. Ada kesenjangan antara semangat ibadah musiman dan pembiasaan ibadah yang berkelanjutan. Tulisan ini memakai pendekatan reflektif-naratif (pengalaman sosial-keagamaan awal 2026) dipadukan dengan rujukan nash dan kerangka pendidikan karakter. Tujuan penulisan ini, merupakan tiga jawaban ringkas-mendalam atas pertanyaan Bedanews: nilai spiritual, pesan edukasi, dan hakikat Sya’ban bagi umat Islam.

BeritaTerkait

Menkomdigi Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Soroti Etika Pers di Era AI

9 Februari 2026

DPRD Kab. Bandung Laksanakan Bimtek di Pangandaran

7 Februari 2026
Page 1 of 5
12...5Next
Tags: Bulan Sya'banEdukasihakikat ramadhanImanNilai soiritualRamadhan
Previous Post

Panglima TNI Resmikan Lapangan Serbaguna di Mako Kodam III/Siliwangi

Next Post

Zona Informatif Jadi Instrumen Kontrol Publik 189 Badan Publik Informatif

Related Posts

Edukasi

Menkomdigi Buka Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026, Soroti Etika Pers di Era AI

9 Februari 2026
Edukasi

DPRD Kab. Bandung Laksanakan Bimtek di Pangandaran

7 Februari 2026
Edukasi

Milad HMI ke-79: Masih Relevankah Insan Cita di Tengah Krisis Pendidikan?

6 Februari 2026
Edukasi

3 Tips Merawat Amal Jelang Ramadhan

6 Februari 2026
Edukasi

Raih Doktor Ke-1.104, Aik Iksan Anshori Pertahankan Disertasi di UIN SGD Bandung

5 Februari 2026
Edukasi

DPRD Jabar Tinjau Progres Pembangunan RKB SMAN 20 Bekasi Yang Hingga Kini Belum Tuntas

4 Februari 2026
Next Post

Zona Informatif Jadi Instrumen Kontrol Publik 189 Badan Publik Informatif

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021