KAB. BANDUNG || bedanews.com — Berlokasi di venue Sor si Jalak Harupat, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung H. Asep Ikhsan, SE., S.Pd., MM, mengatakan pembentukan akhlaqul karimah itu diimplementasikan melalui sikap dan bukti nyata. Baik itu dalam prilaku atau bagaimana mereka bicara disesuaikan dengan pribadinya masing-maaing.
Legislator senilor murah senyum dan ramah terhadap sesama itu, menambahkan, Pekan Olahraga DPRD ini hanya merupakan sarana sebagai motivasi kerja untuk memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung.
Untuk eksistensinya sendiri, lanjutnya, memang tergantung dari personalnya, apakah dirinya mampu memberikan kerja nyata dengan bukti tanpa janji juga menebar kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan, itu bisa saja menjadi prioritas yang tak bisa ditinggalkan.
“Kami hanya berharap dari kegiatan pekan olahraga ini bisa memobilisasi kinerja semua anggota dewan, sehingga setiap pengabdian bisa terwujud sesuai harapan semua pihak,” katanya di lokasi, Jum’at 30 Januari 2026.
Di kesempatan itu pula, Kang Asep panggilan akrabnya yang juga menyebutkan, ia menikmati semua pekerjaannya tanpa keluh kesah. Bahkan ia mengakui tamu dirumahnya itu hampir setiap hari datang dan jelas harus dilayani.
“Jadi selama kita menikmati juga mensyukuri amanah yang diberikan Insha Allah kita akan mendaparkan kebahagiaan dunia akherat,” ujarnya.
Sebagai Pendiri Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) Wirakarya Ciparay dan Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STIKINDO) Wirautama Ciparay dan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung, ia harus mampu memilah waktu tepat dalam setiap momen agar tidak terjadi miss komunikasi antar pihak. Syukur Alhamdulillah ia terus berusaha untuk dapat mengupayakan yang terbaik.
Meski pada dasarnya manusia tidak akan luput dari kesalahan, itu adalah relevansi yang bisa saja dilakukan semua orang. Selanjutnya kita bisa mengubah fenomena tersebut sebagai dorongan perubahan pemikiran, akhlaq, sikap, termasuk kinerja kita sendiri.
Prestasi Asep dalam membantu penanggulangan pengangguran di Kabupaten Bandung eksistensinya sudah jelas terbukti. Untuk tahun 2026 ini, ia akan memberangkatkan binaannya sebanyak 270 orang untuk disalurkan ke China, Jepang, dan Taiwan. Sebagai tenaga pelayanan kesehata, seperti perawat dan bidan,
Di ahir wawancaranya, H. Asep Ikhsan menuturkan bahwa dirinya memiliki fokus utama dalam memperjuangkan:
1. Peningkatan kualitas pendidikan di semua tingkatan.
2. Peningkatan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas.
3. Pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.
4. Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan. ***











