Dalam perspektif tersebut, masuknya Syahganda Nainggolan juga menjadi menarik untuk diperhatikan. Pada 2 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah bersama Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026.
Syahganda memiliki rekam jejak politik yang berbeda dengan sebagian tokoh yang selama ini berada di lingkar pemerintahan. Pada Pilpres 2024, Syahganda bersama sejumlah aktivis ITB, diantaranya Jumhur Hidayat dan Hendri Harmen terlibat dalam deklarasi Alumni ITB Pejuang Perubahan yang menyatakan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Karena itu, penempatan Syahganda dalam posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dapat menjadi salah satu contoh menarik untuk melihat bagaimana pemerintahan Prabowo mengakomodasi tokoh yang sebelumnya berada pada spektrum politik yang berbeda. Alasan Presiden Prabowo memilih Syahganda tentu merupakan kewenangan dan pertimbangan Presiden. Motif politik di balik keputusan tersebut tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan riwayat dukungan politik seseorang.













