Sebagai penutup, ingin saya tegaskan bahwa masuknya Rocky Gerung, Anwar Usman dan Syahganda Nainggolan, serta reposisi Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Staf Kepresidenan, merupakan hal yang menarik untuk dianalisis. Beberapa kali reposisi Muhammad Qodari, pergantian sejumlah menteri, serta masuknya nama-nama baru juga menjadi bagian dari rangkaian fakta yang menunjukkan bahwa struktur pemerintahan Prabowo terus mengalami penataan.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa keberagaman tersebut benar-benar dapat menghasilkan pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel, serta tetap membuka ruang bagi kontrol demokratis. Dalam konteks ini, tentu publik berharap bahwa dalam kondisi apa pun, termasuk dalam politik akomodasi dan strategi “Tenda Besar”, pemerintahan dapat berjalan secara efektif dan efisien, mampu memajukan negara dan menyejahterakan rakyat, serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi pemerintahan maupun masyarakat. ***













