Namun di belakang layar, petinggi Partai Republik di Komite Angkatan Bersenjata AS Senator Roger Wicker dan Mike Rogers justru memperingatkan dengan keras. Dalam siaran pers bersama, mereka menyatakan: “Menarik pasukan dari Jerman di saat Putin masih mengancam Eropa Timur adalah sebuah kesalahan strategis. Ini mengirim sinyal yang salah kepada musuh-musuh kita.”
Coba renungkan: AS menarik pasukan dari Eropa di saat perang Ukraina masih berlangsung dan Putin masih mengincar negara-negara Baltik. Ini bukan strategi. Ini adalah amarah yang dibiarkan mengendalikan kebijakan luar negeri.
Keretakan ini tidak berarti NATO akan bubar besok pagi. Pangkalan Udara Ramstein di Jerman, pusat komando drone dan operasi udara AS di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika tetap tidak tersentuh karena vital bagi AS sendiri. Konsekuensinya sangat nyata: Eropa mulai bertanya ulang keberadaan aliansi ini. Jika pemimpin aliansi bisa menarik pasukan hanya karena sakit hati, masih amankah bergantung pada AS?













